MIND MAP

*MIND MAP*

Mengajar memang tidak lepas dari kegiatan berceramah, namun mengajar dengan menggunakan metode ceramah satu-satunya adalah sangat membosankan. Membosakan untuk para murid sekaligus melelahkan untuk guru. Guru lelah karena harus terus berbicara sekaligus mengingatkan murid agar selalu memperhatikan yang disampaikan. Kalau kondisinya seperti ini, maka pembelajaran menjadi sangat tidak efektif.

Menyuruh murid untuk membaca materi pelajaran adalah hal yang tidak mudah. Ketika guru murid menyuruh murid kelas 5 membaca sebuah teks yang terdiri atas 5-8 paragraf, belum ada lima menit, sebagian besar dari mereka berkata sudah selesai membaca. Ketika diberi pertanyaan tentang yang dibaca, mereka tidak.dapat menjawab. Fenomena ini.menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka adalah tidak senang membaca. Mereka membaca sekedar membunyikan gabungan huruf, tetapi tidak memahami isi bacaan.

Jika membaca teks sepanjang lima paragraf saja mereka bosan, apalagi disuruh membaca materi pelajaran sebanyak 3-4 halaman. Jika sebuah materi pelajaran berisi bagian-bagian dan setiap bagian ada penjelasan tentang makna, ciri-ciri, atau kriteria yang lain, maka menyuruh murid untuk membuat Mind Map atau Peta Konsep adalah salah satu cara yang dapat dicoba agar pembelajaran menjadi lebih efektif.

Murid kelas 4 SD sudah dapat dilatih membuat Mind Map. Hal pertama yang dilakukan oleh guru adalah memberi contoh kolom atau bagan yang harus diisi oleh para murid. Jika sudah faham, mereka boleh berkreasi sendiri. Perlu ditekankan bahwa setiap garis yang menghubungkan kotak-kotak adalah ada maknanya. Mind Map boleh ditulis dengan bolpoin warna-warni agar lebih menarik perhatian dan menyenangkan orang yang membacanya. Mind Map hasil karya murid dapat ditempel di dinding kelas sebagai media belajar sekaligus hiasan.

Membuat Mind Map dapat dilakukan secara individu atau kelompok. Membuat Mind Map secara tidak sadar telah membuat murid ‘terpaksa’ membaca. Membaca yang tidak sekedar membunyikan gabungan huruf, tetapi harus memahami maknanya. Karena dia harus menuliskan makna pada Mind Map yang dibuatnya. Selain itu, dia pun harus menguasai materi saat mempresentasikan hasil karya Mind Mapnya di depan teman-temannya.
———-
Tri Mulyani
Boyolali, 10 November 2024

module: a;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 68.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~25: 0.0;

1 Comment

Leave a Reply to admin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *