CFD Colomadu

CFD COLOMADU

Car Free Day kalau didefinisikan perkata artinya adalah hari bebas mobil. Sebuah momen pengosongan jalan utama dari lalu-0lalang mobil. Ketiadaan mobil di sebuah jalan utama memang membuat kenyamanan untuk para pejalan kaki dan para penaik sepeda. Saat ini
CFD adalah sebuah istilah yang sudah sangat familiar di telinga masyarakat, baik tua maupun muda.

Pasa awalnya, CFD hanya dilaksanakan di kota-kota besar, namun belakangan ini di daerah-daerah wilayah kecamatan bahkan di kampung pun ada kegiatan Car Fre Day. Di kota Solo tempat yang menjadi kegiatan Car Free Day adalah Jalan Slamet Riyadi. Car free day di Colomadu dilaksanakan belum lama, belum ada 10 tahun, bertempat di sepanjang jalan Adi Sumarmo yaitu yang membujur dari arah barat di perempatan Colomadu sampai di timur di depan Hotel Alana.

Selain sebagai arena refreshing para warga yang sibuk dengan rutinitas, kegiatan car free day adalah sebuah peluang untuk warga sekitar mencari rezeki. Berbagai jajanan kekinian ataupun tempo dulu dijual di arena tersebut. Tidak hanya makanan, namun ada juga baju, alat rumah tangga , serta mainan anak pun ada. Ada juga kaum muda yang unjuk kemampuannya bernyanyi.

Di antara hiruk pikuk pejalan kaki dan di antara stan-stan yang ramai dikunjungi oleh pembeli, ada seorang laki-laki yang sudah sepuh duduk di atas kursi plastik. Dari raut wajah serta penampilan fisiknya, umur beliau kira-kira di atas 70 tahun, namun masih nampak segar. Dagangan beliau masih sangat banyak dan saat itu tidak ada satu orang pembeli pun.

Dagangannya berupa makanan zaman dulu seperti kacang rebus, pisang godok, arem-arem, tahu pong, dan kerupuk kulit . Dagangan itu diletakkan di atas keranjang yang dipasang pada goncengan sepeda ontelnya. Beliau bercerita bahwa setiap Ahad selalu berjualan di CFD Colomadu.

“Dagangan kulo namung panganan zaman riyin kok, Bu,” kata beliau. Beliau menjawab bahwa rumahnya di Kartosuro dan dagangan itu disiapkan bergotong-royong dengan istrinya, penjelasan beliau ketika penulis bertanya. Penulis sangat salut kepada bapak ini. Meskipun sudah sepuh, namun tetap bersemangat. Naik sepeda ontel dari Kartasura sampai Colomadu adalah bukan jarak yang dekat untuk orang seusia beliau.

Penulis perpendapat bahwa beliau adalah tipe orang yang tidak malas dan tidak mengeluh dengan keadaan. Beliau melakukan sesuatu yang dapat dilakukan untuk bertahan hidup.
———
Tri Mulyani
Boyolali, 9 November 2025
18 Jumadil Awal 1447

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *