
Beberapa bulan lalu, pohon nangka ini daunnya banyak yang menguning kemudian rontok. Teman saya mengatakan mungkin kondisi itu adalah salah satu cara untuk mempertahankan diri pada musim kemarau. Dari hasil browsing, saya memperoleh keterangan bahwa pohon nangka adalah evergreen, pohon yang daunnya selalu hijau sepanjang tahun. Pohon ini tidak seperti pohon jati yang merontokkan daunnya pada musim kemarau.
Kakak sepupu saya mempunyai pendapat lain. Dia menduga akar pohon nangka dimakan uret, sejenis serangga yang hidup di dalam tanah. Pendapat ini disanggah oleh keponakan saya. Dia mengatakan bahwa uret adalah hama yang menyerang akar pohon singkong pada musim hujan.
Ketika ada seorang tamu datang ke rumah saya, dia sangat kagum melihat pohon nangka yang batangnya kecil dan tidak terlalu tinggi tetapi berbuah sangat lebat. Dia menyarankan agar buahnya dikurangi, disisakan beberapa saja. Daun pohon nangka menguning dan banyak yang rontok karena terlalu ‘banyak beban’. Nutrisi yang diserap dari tanah habis untuk pembesaran buah, sehingga tubuhnya sendiri tidak kebagian.
Saran tamu tersebut saya laksanakan. Buah nangka yang sudah tua namun belum matang, sebagian besar saya petik. Saya hanya menyisakan empat buah saja. Beberapa hari kemudian saya melihat daun yang menguning dan rontok mulai berkurang. Meskipun daun-daun yang masih berwarna hijau masih belum menjadi segar kembali, tetapi tunas pada pucuk daunnya masih segar. Itulah secercah harapan saya bahwa pohon nangka ini akan mampu bertahan hidup.
Tidak jauh berbeda dengan kehidupan tumbuhan, kehidupan manusia pun selalu penuh dengan masalah.
Orang yang punya masalah kadang kebingungan untuk menyelesaikan masalah. Oleh karena itu diperlukan kepedulian dari orang-orang di sekitarnya. Sebuah masalah akan selesai jika ada yang membantu menyelesaikan masalah dan orang yang mempunyai masalah mau diselesaikan masalahnya.
Orang hidup tidak cukup diberi petuah, namun ada yang lebih penting yaitu penyelesaian masalah. Dalam kehidupan ini banyak orang yang mau dan mampu memberi petuah, namun sangat sedikit yang mau dan mampu menyelesaikan masalah.
Tri Mulyani
Boyolali, 7 Februari 2026
19 Rajab 1447